Aku mendefinisikan ulang seluruh perangkat kehidupanku. Sifat-sifat yang sebelumnya harus dipenuhi, akibat langsung maupun ketetapan pasti, teori-teori, serta ketertutupannya terhadap operasi logika sama sekali berbeda. Meskipun masih akan ada sebagian yang merupakan bentuk perumuman atau pengkhususan dari tema sebelumnya, esensinya akan menjadi benar-benar baru. Tidak ada motif, latar belakang, atau tujuan tertentu yang membuatnya demikian. Tidak ada keterpaksaan, keraguan, apalagi penyesalan. Aku hanya tidak ingin terpaku pada satu ruang berdimensi hingga, tidak pula ingin terikat dengan kebebasan. Hanya konsekuensi logis dari apa yang aku pelajari.
P.S.
blog gw pindah ke
http://suhendipusap.blogspot.com
:)
Aku tidak pernah mendengarkan saran tentang bagaimana cara menyuguhkan tema yang menarik di atas meja kopi dan pentasan opera. Jika pada akhirnya semua larut dalam perdebatan dan pengkhianatan, maka aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri.
Biarlah ia, yang kehangatan rasa sayangnya mampu mencairkan salju di dinding jiwaku, memikirkan dan merindukanku di setiap celah ruang dan waktu. Biarlah ia, yang hati dan pikirannya diperbudak oleh praduga, kebimbangan, dan sindiran, mengabaikan dan mengecamku, menemukan fakta dan ironi yang nantinya akan mencabik-cabik ruhku: pengorbananku.
Akan kujadikan kenangan demi kenangan sebagai penghiburan, mengelabui rasa malu dan kecemburuanku. Hingga aku hanya akan menjadi redupan bara api di lautan kegelapan malam, hingga ia akan menjadi puteri di kerajaannya sendiri: meninggalkanku.
Aku juga tidak pernah menyaksikan secara langsung bagaimana tragedi dan lelucon menyusun wajah-wajah kemanusian. Jika pada akhirnya semua ilusi yang tak pernah tergambarkan memaksaku tetap terjaga dari mimpi, maka izinkan aku kembali ke peraduan waktu yang landai dan merabun, bersama ia yang ingin kubaringkan kepala di pangkuannya: rumahku.
Aku terjerembab di atas tanah. Aku mencium bau rumput bercampur lumpur dari cipratan air hujan ke wajahku. Bau ini, mengingatkanku pada sebuah taman bunga di pinggir sungai, di sepanjangnya berjajar dipan-dipan, tempat di mana waktu tak terasa habis dicumbui rasa rindu. Gemericik ini, mengingatkanku pada nyanyian burung-burung di akhir musim. Hujan ini, dingin ini, mengingatkanku pada kursi di suatu sudut ruangan dengan kilauan bara api dan gemeretak kayu bakar dari perapian.
Napasku tersenggal satu-satu. Hangat.
Remang-remang ingatan kembali terputar. Jalan setapak ini. Bukit di ujungnya. Petak-petak sawah di sisi kirinya. Lapangan berumput hijau tidak terlalu luas di sisi kanannya. Ada gelak tawa anak-anak desa menggema di kepalaku. Ada isak tangis. Gambar-gambar hitam putih berkeliaran.. Ini..
Ini bukan ingatan. Semuanya hadir di depanku..Ini..
Aku melihat seorang perempuan duduk di bawah pohon cemara. Rambutnya masih tetap tergerai sebagian ke depan. Wajahnya terlihat cemas. Ia terlihat menjauh, menghilang ke arah sebuah kastil di kaki bukit. Di atas kastil itu burung-burung beterbangan. Di belakangnya terlihat hutan pinus. Di depannya ada taman bunga yang diapit pohon cemara berjajar sepanjang kiri dan kanan. Di ujung taman terlihat sungai mengalir tenang sampai melewati jalan setapak di depanku. Aku ingin berteriak, tunggu aku..
Perlahan napasku melambat. Kedipan mataku terasa ringan. Napas. Hangat. Kedip. Ini..
Gelap.
Aku takut suatu saat dimana diriku tak mampu lagi mempertahankan kesadaran terhadap dunia nyata, di saat dunia di dalam pikiranku menguasai kehidupanku sepenuhnya, tak kan ada orang yang menunjukkanku mana dunia yang benar-benar nyata, mana dunia yang hanya ada sebagai imajinasi di dalam pikiranku sendiri, dan aku hanya akan tertawa-tawa sendiri.
I think it was a better day when she said, "Old age is not for sissies".
But it was told story who said the biggest surprise in the men's life is old age.
Old age sneak upon u.
And the next thing u know u're asking urself, i'm asking myself.
Why can't an old man act his real age?
How is it possible for me to still be involved in the carnal aspects of the human comedy?
Because, in my head, nothing has changed.
On the night like this
There're so many things I want to tell you
On the night like this
There're so many things I want to show you
'Cause when you're around
I feel safe and warm
When you're around
I can fall in love every day
In the case like this
There are thousand good reasons
I want you to stay..
Bayangkan 20, 30 tahun ke depan.
Anda menikah dengan seseorang sudah bertahun-tahun. Tiba-tiba suatu pagi anda bangun dan tersadar bahwa bukan pernikahan seperti selama itu yang anda inginkan, bahwa di saat yang sama ketika anda bersama suami/istri anda, anda memikirkan orang lain yang sebenarnya anda harapkan menjadi jodoh anda. Anda tidak merasa bahagia dengan pernikahan anda. Anda mungkin kembali mengingat-ingat orang yang dulu pernah dekat dengan anda, dan bertanya kenapa tidak memilih yang akan membuat anda bahagia, dan mungkin salah satu dari sekian kedekatan anda adalah saya.
Atau mungkin suatu pagi anda terbangun dengan perasaan bahagia dengan pernikahan anda. Anda sekedar mengenang kembali orang-orang yang dulu sempat mengisi hari-hari anda. Anda tersenyum karena merasa keputusan yang anda ambil selama mencapai jodoh tidak ada yang salah, bahwa suami/istri anda adalah hal terbaik yang terjadi dalam hidup anda. Tanpa anda tahu, bahwa mungkin di belahan dunia lain ada orang yang sedang memikirkan anda, bahwa ia sangat berharap menjadi jodoh anda, bahwa mungkin orang tersebut adalah saya.
Pertanyaannya adalah, jika suami/istri anda suatu saat bertanya apakah anda bahagia menikah dengannya, apa yang akan anda katakan?
Yakin?
Jujur?
Selamat, anda telah menyakiti suami/istri anda. Dan saya.
--------------------------------------------------------
[Or may be sumday u wake up next to me. Will u really happy?]
It’s raining. The night slowly down and dark. 17.14 PM displayed in my laptop. I’m sitting in the corner of the hotspot area in campus, I just have a chat with my friend. I see the water dropping from the edge of the roof. I feel the unpredictable in every breath I take. I know, something rapidly breaks my hearth into a million little pieces, I’m afraid it’s broken beyond repair.
The rain is still dropping. I’m staying still.
I don’t know whether everything is gonna be alright or not. I don’t know which way will be a guide. I don’t know whether the risk to come can be handled or not. I don’t know how hard it’ll take, how hurt it’ll be. I can’t promise you anything.
I just believe. One way or another, there is unlimited possibilities ahead, there is a transcendental power backing me up, there is so many pieces of hope to be relied, I’m not afraid. I believe everything is gonna be just fine.
Even if everything is going worst, I’ll not regret what I’ve decided, what I’ve done. I’ll smile seeing the pathway I walked along, I'll take a deep breath feeling how I did so far. And someday, when the sun is rising, waking me up to see the happiness in the morning I dreamed, I fought, I know I’ll be saying you this: “This is the way”. I believe.
U know U feel...
We can learn to mend this right together
Here is some places to sit, some thoughts to share
Just come home...
Setelah sekian lama keheningan menghantui kehidupan gw, kesendirian tanpa orang lain di samping gw walau sekedar untuk ada, akhirnya seseorang datang membawa dentingan-dentingan harmoni cinta. Dentingan yang menggenapi bisikan-bisikan. Harmoni cinta yang mengisi hari-hari gw.
dia.
yang namanya terdengar seperti caci maki.
Suara berdenting menyentak keheningan di sebuah bilik perasaan, perlahan menyerupai kegaduhan. Bersahutan. Seperti orkestra. Menggetarkan.
Kemudian perlahan kembali teredam. Kembali hening.
-----------------------------------------------------------------------------
What if there was no light.
Nothing wrong, nothing right.
What if there was no time?
And no reason or rhyme?
What if you should decide
That you don't want me there by your side.
That you don't want me there in your life.
What if I got it wrong?
And no poem or song..
Could put right what I got wrong,
Or make you feel I belong
What if you should decide
That you don't want me there by your side
That you don't want me there in your life.
Oooooh, that's right
Let's take a breath, jump over the side.
Oooooh, that's right
How can you know it if you don't even try?
Oooooh, that's right
Every step that you take
Could be your biggest mistake
It could bend or it could break
But that's the risk that you take
What if you should decide
That you don't want me there in your life.
That you don't want me there by your side.
Oooooh, that's right
Let's take a breath jump over the side.
Oooooh, that's right
How can you know it when you don't even try?
Oooooh, that's right..
[coldplay, "what if"]
----------------------------
what if..?
Aku berdiri di depannya.
Aku merasa semua barang-barangku telah dikemas.
Aku memeluknya cukup lama.
Kemudian aku melangkah pergi.
Aku hanya menoleh sekali.
Seingatku matanya basah.
Mungkin benar kenangan di masa lalu hanyalah kisah yang seharusnya menjadi pelajaran untuk memecahkan misteri esok hari. Mungkin juga benar tingkat kedewasaan tidak berpengaruh terhadap kuat atau lemahnya kenangan itu diingat. Namun, ada keintiman semu menelisik di balik labirin-labirin kenangan, menciptakan sebuah ruang tak bernama namun mengikat. Ikatanya kadang menyempitkan ruang napas. Menyiksa. Ketika perlahan kenangan-kenangan itu dihadirkan kembali, ada rasa ketidakmampuan menahan emosi yang sulit diterjemahkan, ada perasaan-perasaan menyesakkan dada, tak dikenali namun terasa akrab, yang kadang menjelma serupa tangisan atau kebisuan. Menyakitkan.
Kali ini, aku baru bisa merasakan semua kenangan tersebut secara utuh, atau mungkin juga tidak, atau malah semakin tak terasa sama sekali, karena mungkin ada salah tafsir atau ketidakmampuan mengambil kesimpulan, atau mungkin karena tidak ada yang bisa benar-benar dijadikan sumber informasi karena kenangan tersebut hanyalah tersimpan di antara catatan-catatan usang dengan bercak-bercak air mata, kejadian sederhana, atau benda-benda yang sengaja diselipi kenangan ke dalamnya. Tak ada yang tahu secara pasti.
Kemudian semua kembali menjadi kebisuan. Tak ada yang berani mengingat kenangan, tidak pula ada yang berani melupakannya. Entah apa yang akan terjadi kemudian. Menunggu sampai napas berhenti dan membawanya ke dalam kubur, mencari kehidupan baru dan membiarkannya hanya menjadi kenangan, atau meninggalkan semua kehidupan dan kembali menangisinya. Dilematis.
Aku pun membisu. Tak ada yang bisa kulakukan.
puasa lagi..
menyambut bulan suci ini hanyalah lelucon,
tarawih pertama,
sahur pertama,
buka barsama,
akh, means nothing to me.
Ketika hanya mengikuti deruan bus tengah malam,
Ketika terdampar di teras rumah orang asing.
Ketika terpisah, tidak mengetahui keadaan satu sama lain.
3 tahun.
sudah 3 kali ternyata.
hahaha, it's simply sad.
Tapi percayalah,
akan ada tempat untuk bersama lagi.
..................................
God, why U take this further,
Gimme someplace to break, thought for one breath,
God, why it's so hard,
Show me the way U pathed me,
God, forgimme,
Lemme..
Gw percaya sma eluh.
Gw percaya dgn semua yg eluh katakan.
Gw percaya eluh jujur ke gw.
Walaupun yang eluh katakan adalah kebohongan,
akan gw jadikan itu sebagai kejujuran.
Bahkan jika gw tahu bahwa yg eluh katakan adalah kebohongan,
maka gw tidak akan mempercayai pengetahuan gw.
gw hanya percaya sma eluh.
Ada kebenaran sederhana sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jalan hidup dan tindakan penyertanya. Ada kesadaran sederhana yang bisa digunakan untuk memahami apakah sebuah tindakan diperlukan atau tidak sekaligus mengendalikan konsekuensi-konsekuensinya.
Ibarat akan mendaki sebuah gunung. Kebenaran sederhananya adalah kenyataan bahwa jalan dari kaki sampai ke puncak gunung tidaklah selalu mulus. Adakalanya melalui jalan luas dan datar, adakalanya menanjak dan sempit, adakalanya terjal berbatu, bahkan kadang harus membuka jalan sendiri dengan menebas semak belukar. Kesadaran sederhananya adalah sadarilah bahwa dibutuhkan perbekalan yang cukup serta kesiapan fisik dan mental yang terarah untuk mengatasi segala hambatan.
Jika di tengah perjalanan ternyata terasa sangat lelah, istirahatlah dengan baik dan jangan sampai menghabiskn bekal. Jika sedang melalui jalan terjal, hati-hatilah memijakkan kaki agar tidak terpeleset dan jatuh ke jurang.
Dan jika membuka hati dan pikiran untuk menyadari kenyataan sederhana seperti itu,
akh, percayalah puncak rasanya dekat saja..
Di depan gw ada selembar kertas, tergeletak begitu saja di atas meja. Kertas yang terlihat tidak terlalu penting karena seperti bekas diremas-remas. Namun, entah kenapa gw malah tertarik dengan keberadaan kertas tersebut. Letaknya yang simetris di tengah meja, keadaan ruangan ini yang terasa sudah lama ditinggalkan, dan gurat-gurat hitam di balik kertas tersebut memaksa tangan gw untuk menyentuhnya. Perlahan, sampai akhirnya gw merasa yakin dan menelitinya.
Memang kertas biasa sepertinya. Satu halamannya kosong. Gurat-gurat hitam di halaman satunya tadi hanya coretan tak beraturan. Angka dan huruf tumpang tindih sehingga tak ditemukan pola apapun. Kata-kata yang tertera disana tidak begitu menarik perhatian, seperti "sayuran", "kelereng", "angsa", "sepatu", dan "koran". Angka-angkanya juga tak mengusik kepintaran matematis, acak dan terlihat asal tulis. Secara keseluruhan, seperti hasil tangan anak kecil yang baru masuk sekolah.
Karena merasa tidak menemukan petunjuk apa-apa, gw letakkan kembali kertas tersebut di atas meja. Sebelum lepas dari tangan gw, tiba-tiba mata gw menangkap sebentuk guratan hitam lain di tengah meja, tepat di balik kertas sebelum di ambil. Perlahan gw perhatikan guratan tersebut. Awalnya sulit terbaca karena warnanya hampir sama dengan warna cat meja dan memang tidak tertulis rapi. Setelah beberapa saat diperhatikan, gw kaget dengan apa yang gw baca. Di sana tertulis "Jangan kaget, rasa kaget malah bisa membunuh. Kita bisa bermain lagi di sini suatu saat"
Entah kaget karena apa, gw sendiri merasa tidak berhubungan dengan kalimat tersebut. Namun ada permainan kata-kata yang tak gw pahami, ada semacam intimidasi yang menusuk-nusuk. Kertas tadi gw remas-remas sekuatnya.
You know what it's like getting up every morning? Feeling hopeless, feeling like the love of your life is waking up with the wrong man. But, at the same time hoping that she still finds happiness, even if it's never going to be with you.
[Albert Brennaman, Hitch]
No woman wakes up saying "God, I hope I don't get swept off my feet today!"
Now, she might say "This is a really bad time for me,"
or something like "I just need some space,"
or my personal favorite "I'm really into my career right now."
You believe that? Neither does she.
You know why? 'Cause she's lying to you, that's why.
You understand me? Lying!
It's not a bad time for her. She doesn't need any space. And she may be into her career, but what she's really saying is "Uh, get away from me now,"
or possibly "Try harder, stupid!!"
but which one is it?
60% of all human communication is nonverbal, body language; 30% is your tone, so that means 90% of what you're saying ain't coming out of your mouth. Of course she's going to lie to you! She's a nice person! She doesn't want to hurt your feelings! What else she going to say? She doesn't even know you... yet.
Luckily, the fact is that just like the rest of us, even a beautiful woman doesn't know what she wants until she sees it, and that's where I come in. My job is to open her eyes. Basic Principles - no matter what, no matter when, no matter who... any man has a chance to sweep any woman off her feet; he just needs the right broom.
[Alex Hitchens, Hitch]
"The great thing about you is when I look in your eyes, and you're looking back in mine, everything feels not quite normal, because I feel stronger, and weaker at the same time. I feel excited, and at the same time, terrified. The truth is I don't know what I feel, except I know what kind of man you want to be. It's as if I've reached the unreachable, and I weren't ready for it..," Peter Parker [un]told.
(gunakan konsep vektor -ala gw-)
misal,
A=[H-1]
B=[H+23]
H=0
dapat ditulis,
AB=[B-A]
AB=23-(-1)=24
jadi, jumlahnya adalah 24 hari
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullahastagfirullah
astagfirullahal'adziim..
Sore ini terasa aneh namun tak begitu asing. Jalanan tampak lenggang seperti pemakaman. Pepohonan tertunduk layu. Gedung-gedung menjadi kusam seperti tak berpenghuni. Perlahan rona lembayung di ufuk senja jatuh berurai menjadi irisan-irisan gelap. Hembusan angin meninggalkan ruang-ruang kosong di udara, mengendapkan debu-debu yang beterbangan ke dasar tanah. Aku pun melangkah pergi, meninggalkan rasa rindu dan kenangan-kenangan, perlahan. Kemudian seluruh alam menjelma keheningan, tanpa suara dan kejadian-kejadian. Diam.
Gw nnton film ini ud 2x: kira2 dua tahun yg lalu dan tadi malam. Bagi yg blm tw, read this review.
Banyak sekali yg gw suka dr flm ini. Mulai dari plot, dialog, propaganda, joke, setting, sampe aktor figurannya, damn perfect! Film ini menurut gw sepadan dgn The Terminal, I Spy, Lake House, dan mungkn Gie.
Yang paling menarik adalah adegan ketika Silvia nyuruh Zuwanie untuk membacakan quote di bukunya sendri, terbata-bata silh ganti, emosi dan kecewa:
"The gunfire around us makes it hard to hear. But the human voice is different from other sounds. It can be heard over noises that bury everything else. Even when it's not shouting. Even when it's just a whisper. Even the lowest whisper can be heard - -over armies... when it's telling the truth."
The interpreter: ttg idealsme, perasaan, kenangan, dan harapan.
hhuff..
wish someone here to share discus about such a film
Kemaren2 gw sempet mikir untuk membuat blog baru. Ada beberapa alasan:
1. kmren template blog ini sulit diatur krn masalah "new" dan "clasik"
2. spertinya gw butuh lbh dari satu blog krn setelah dilihat dari content blog ini, ternyata tulisan gw gag beraturan. Bahkan isinya kadang gag penting. Jadi gw mikir bwt blog dgn kategori2 trtntu, seperti blog ttg ide2 doank, curhatan doank, sajak2 doank, filosofi doank, atau yg gag penting doank.
3. akibat dari no 2, gw jd inget kmbali ttg keinginan ngbwt novel yg gw harapkan layak dianugrahi nobel terdahulu, jd gw pikir ngbwt blog khusus ttg novel ituh. Terinspirasi jg sm novel baru Dewi Lestari yg ini
4. Gw ngeliat pola bahwa blog ini emang perlu dihentikan.
Setelah dipikir2 gw memutuskan akan membuat blog baru, tapi blog ini tetap jalan. Blog baru tersebut baru dapet namanya saja, yaitu kutangkatungku.
Kenapa kutangkatungku?Tentang apa isinya?
Nantikan di liputan6 selanjutnya, Pemirsa!
Selamat Malam..
:p
Sekedar bocoran:
Aku tak yakin hari ini adalah hari di mana para manusia bijak berkumpul dan membuat kesepakatan tak tertulis mengenai kenyataan bahwa hidup tak seharusnya dipahami. Memahami hidup sama saja dengan menyerahkan kehidupan itu sendiri kepada rasa keberterimaan yang menyakitkan: menerima bahwa seluruh kejadian di dalam kehidupan hanyalah permainan kronologis dan sebab akibat, menerima kenyataan bahwa tak ada satu pun mahluk yang benar-benar memahami kehidupan, menerima kenyataan bahwa tak ada satu pun perangkat yang mampu menerjemahkan keseluruhan bahasa dan sandi-sandinya. Menerima kenyataan bahwa kehidupan dan kematian tak perlu dibeda-bedakan. Aku tak yakin.
hhuuff..
new blogspot template bnr2 ribet.
"Template Anda tidak dapat diparse karena tidak well-formed. Harap pastikan bahwa semua elemen XML ditutup dengan benar.
Pesan error XML: The content of elements must consist of well-formed character data or markup."
gw ud baca berbagai tutorial d brbagai blog.
haduh, still cant fix d'prob.
pdhal dsign tmplate yg mw gw pasang ckup bgus.
ad yg bsa bantu?
Tiba-tiba langkah ku terhenti.
Sejuta tangan telah menahanku.
Ingin ku maki, mereka berkata:
"Tak perlu kau berlari, mengejar mimpi yang tak pasti.
Hari ini juga mimpi. Maka biarkan ia datang di hatimu.
Di hatimu."
[Ebiet G. Ade, "Camelia II"]
"................" = gag ngerti
"................" = no comment
"................" = mikir dulu
"................" = isi sendiri ajh
"................" = "..............."
..........................................
"_ _ _ _ _ _"= ?
.........................................
:p
hari tdi gw puasa nadzar.
bangun jam 10.
ngnet 3,5 jam. sholat dzuhur.
tidur lg 1 jam.
nonton 1,5 jam. sholat ashar.
nonton lg sampe adzan magrib.
heuheu..
Btw, gw nadzar untuk sesuatu yg mnurut gw sangat problematis.
Bukan hal yg gimanaa gtu smpe prlu dinadzakn. Biasa sajah.
Tapi klo gag sejalan dgn apa yg gw nadzarkn, gw pikir bkal ckup ribet ke depannyah.
Toh apapun jadinya gw ud siap.
Ya semacam harus milih antara nikah dgn VJ Riyanti atau dapet duit 1 M.
Atau semacam harus milih makan sma tahu atau tempe.
problematis. sangat problematis.
halah, padahal biasa ajah. gag nyambung.
Dan emg alhamdulillah, Tuhan setuju dgn apa yg gw pilih :)
"Aduh, gw bingung mw posting apaan"
Mgkn ini yang dinamai ketidakbebasan menulis. Ada yg bilang menulis demi suatu kepentingan sama saja dengan dijajah. Akan ada hakikat dan tujuan kepenulisan itu sendiri yang menjadi tidak semestinya. Akan ada kepuasan penulis yang tidak terpuaskan. Akan ada makna yang tidak tersampaikan lewat tulisan. Akan jadi sekedar tulisan.
Gw sedikit mempertanyakn blog dedikasi ketidakbersamaan ini: apakah yg gw tulis ini serupa keterpaksaan demi memenuhi target one-day-one-post? Ataukah ada tulisan-tulisan lain yang seharusnya gw tulis tidak mendapat bagian di blog ini?
Wow, gw rada stuck bwt ngjawaby. Ada perbenturan sudut pandang (Clash of Point of Views) [mengadaptasi tesis Huntington, Clash of Civilizations] di pikiran gw:
1. Dari awal gw memang meniatkan ini sebagai "dedikasi", bukan "hadiah", "atau apalah namanya"[?]. Dedikasi berarti atas kesadaran melakukan atau membuatkan sesuatu dengan dalih penghormatan, bukan dipaksa melakukan sesuatu dengan dalih ketakutan.
2. Isi blog dedikasi ini sendiri tidak semuanya tentang si bego.[tapi memang tidak harus]
3. Gw ngerasa tulisan di blog dedikasi ini tidak mewakili sense ketidakbersamaan.[klo bsa, ya lbh baek]
4. Prasaan sampai saat ini, target-target yang pernah gw bwt, cuma blog dedikasi ini yang konsisten gw jalani. Misal, dulu gw pernah nyoba bwt nghafal Qur'an satu-hari-satu-ayat. Nyatanya, sampai sekarang juz 30 pun blm hafal.
5. hhmm..apalageh yh..?
Eniwei, dalam dunia kepenulisan, kementokan melanjutkan tulisan dikenal dgn istilah "Writer's Block". Untuk mendapatkan ide lanjutan suatu tulisan diperlukan rangsangan2 atau inspirasi2 yang kuat atau tidak biasa. Seperti di film "Stranger Then Fiction", Si Penulis sampai harus hujan2n pake mobil di tepi sungai supaya bisa mendeskripasikan kalau Si Tokoh akan mati nyebur ke sungai di dalem mobil. Atau sengaja ke puncak gedung yang tinggi supaya bisa mendeskripsikan jika Si Tokoh mati bunuh diri terjun dari lantai 100.
Contoh lain, sampai sekarang, Farida Susanti belum merampungkan novel lain. Padahal ditargetkan tgl 31 Maret lalu. Salah satu kendalanya, menurut gw, ada tekanan dari fans yg menunggu2 karya dia selanjutnya.
Gw lebih setuju klo yg gw alami ini bkn karena keterpaksaan, tapi krn emg mnurut gw gada yg menarik untuk didedikasikan. Kejadian-kejadian di keseharian gw setelah H=0-sekarang gada yg spektakuler. Ide-ide gw jg lage pada jongkok. Hari2 gw emg sdg disita bkn untuk blog ini, melainkan untuk kegiatan gw. Maka dengan sendirinya gw jadi bingung mw nulis apaan.
Gw tw ini cuma alesn, gw jg tw hal teknis sprti ini gag perlu dibicarakn, tpi cuma ini yg bsa gw dedikasikn..
updated:14 Agustus 2009
Aku tahu, akan dibutuhkan lebih dari sekedar "blog dedikasi" untuk membuatmu percaya..
Tadi siang gw ngliat ibu2 foto2 anak kecily yg lg naek kuda di dpn kampus [di jl. gelap nyawang, blkg Salman]. Gw jd inget tulisn teh pipie dan bezie [trmsk ttg kiloan atw per kepala]. Kemudian gw senyum2 aneh gtu smbil ngeloyor ke salman, mw sholat.
Sejenak gw ngrasa tu ibu2 gada kerjaan, apa ramena coba moto anak di atas kuda? Klo lg nunggang harimau seh mgkn gw maklum. Trus ntar mgkn klo tu si anak ud gede dan ngeliat foto dirinya wktu kcil pernah naek kuda, gw gag yakin suasananya bkal jdi terharu atw seneng, atw norak mungkin klo naek kuda wktu kcil dibangga2kn. Akh, naek kuda, biasa aja kale.
Trus di trotoar belakang kampus gw merhatiin pengemis yg sllu standby tiap hari, spot yg sama, baju yg sama. Kemudian gw ngrasa bersalah, soale kalengy blm pernah gw isi smnjak tahu bahwa disitu ada pengemis, setahun yg lalu. Akh, alasn apapn gag logis klo gw gag bisa ngasi uang speser pun. Dan malahn tadi gw gag ngasih, gw cm liatn smbil lwat. Astagfirulah..
Kemudian malah pertanyaan tolol mampir di pikirn gw:
pernahkah pengemis itu naek kuda?
Gw trus jalan. pulang. lewat simpang dago.
Awaly dri tamansari dkt gelap nyawang gw mw naek angkot. tpi mobil2 pada ga gerak2. macet trnyata. akhirnyah gw mutuskn pulang jalan kaki [1,5 kilo. lumayan lah, olh raga:(]. Dan ternyata tamansari di blkg kmpus pn macet total!
Dan ternyata di simpang dago pn macet total! Trafc lite gag fungsi [nyala seh, cuma], saking macetnyah, udah weh mobilnyah malang-malang di tengah2 perempatn. Dlm ati gw sneng, untung gag naek angkot, bisa sampe magrib di angkot.
Trus d gang dri juanda atas simpang, ada pengemis jg, yg sllu standby tiap hri jg. Gw smakin ngrasa brsalah, tp ntah knp gw gag ngasih. euh..astagfirullah..
Kemudian malah pertanyaan tolol mampir lg:
pernahkah pengemis ini naek angkot?
Kemudian setelah nulis di atas, gw jadi bertanya2:
Tahukah kedua pengemis tersebut bahwa di dunia ini ada benda bernama foto?
Pertanyaan seperti itu salah satu manifesto arogansi, bukan kepedulian. Astagfirullah..
Hari ini gw membunuh insomnia.
sampe2 gw bingung mimpi apalageh.
.....................................................
huuff..
sudah 12 hari,
msh ada lbh 10 hri lageh.
.....................................................
akhirnyah,
tgl 21 Juli ntar gw ngrencanain bwt pulang.
pulang. pulang.
22:12 matiin lampu. mulai rebahan
22:55 ngelamun
23:21 gw pngen tdur tp gag ngantuk. kencing
23:45 rebahn lg, selimut dirapatkan. blm ngntuk
00:12 nyalain lampu lg, baca novel
01:09 matiin lampu lg, selimut lbh rapat
01:50 ngerasa ada yg kelewat mlm ini
01:58 liatn layar hape
02:15 gada telp atw pesan
02:21 minum. gw pngen tidur. bantal gw peluk erat
02:31 ngerasa ada yg salah mlm ini
02:55 tapi apah?
03:00 "kukuruyuukk.."ayam jago ntah dmn.
03:40 kpla pening. adzan awal
04:15 astagfirullah..
04:35 adzan shubuh bersahut2n
04:40 ambil wudzu, shalat shubuh.
05:01 rebahan lg, mata perih, kpl mkin pning. tp gag ngntuk..
05:30 nyerah: knp gw gag boleh tidur..?
Walaupun pada awalnya bukan kebaikan, semoga Tuhan menjadikan ini kebaikan dan mengajarkanku lebih banyak tentang kebaikan.
amin.
Hampir gag ada yg akn gw catet hri ini.
Hingga hampir ganti hari,gw akhirnya nyatet ini.
Smoga besok ada yg bisa gw catat.
Supaya gw bisa bener2 bisa baca.
Mungkin suatu saat bisa jadi cerita,
atw sekedar ada.
.......................................
eniwei, gw inget satu quot, gw adaptasi dr film Phenomenon:
"Aku ingin menjadi manusia biasa yang mudah ditebak, hidup sederhana, dan tak mencari-cari masalah"
Sungguh, bkn brrti gw ngulang2 pemahaman, gw baru sadar atas korelasi berikut:
mudah ditebak: tidak salah dipahami
tak mencari-cari masalah: tidak diprsulit
hidup sederhana: ada yg tahu?
:p
Tengah malam lewat.Hujan di luar belum berhenti. Mataku belum juga terpejam. Aku terpekur sendiri, perasaanku tak menentu. Tiba-tiba pesan masuk membuyarkan lamunanku.
"Hiks.Andai ak bs mnjem bahumu..
:(("
Aku sedikit kaget, kenapa malam-malam dia belum tidur dan menangis. Tapi aku terdiam, mood-ku untuk manja-manjaan hilang terbawa dingin hujan dan gelapnya malam. Tapi aku sadar, sepertinya dia sedang sedih dan aku dibutuhkan. Aku balas saja:
"Cengeng!"
"Jahadt!!!!!!!!"
"Biarin!:P"
"Jahadtjahadtjahadtjahadtjahadtjahadt
jahadtjahadtjahadtjahadtjahadt!!!!!!!!!!"
"Huuff..sudhlh.Cma bcanda.Bahuku ada ko, nangis ajh.."
"Hiks.Mksh.."
Setengah jam kemudian aku sms lg:
"Ad apah..?blh ak telf?"
"Gagmauu..ak gag mw km ngdenger suaraku yg lg nangis lg.."
Aku jadi teringat, pernah suatu malam lagi ditelepon tiba-tiba dia menangis. Aku tidak tahu kenapa. Dia menangis tersedu-sedan lama. Aku hanya diam mendengarkan suara tangisnya. Sampai telepon ditutup dia masih menangis. Dan aku tak berkata-kata. Diam. Bingung.
Sekarang pun aku bingung, tidak tahu bagaimana caranya untuk jadi penenang dia. Apalagi di saat hujan tengah malam seperti ini sebenarnya hatiku butuh ditenangkan. Aku jdi sedikit kesal, aku sms lagi:
"Ud dong jgn nangis lg,prcuma..Klo mw nangis dulu aj pas lahir,skrg ud tlnjur hdup,hadapi aj mslh'y,ak siap bantu..Yh..?"
Tidak dibalas.Beberapa saat aku hanya memelototi layar handphone. Aku jadi merasa brsalah. Padahal perempuan kadang hanya butuh menangis, atau hanya butuh dedengar. Aku sms lagi, mungkin akan lebih baik:
"Ad yg bilg,jka mlm tlh mmuncak,tk lma lg fjr akn trbit..
Jgn nangis yh.."
Dibalas:
"Mgkn.Tp sprti'y mtahari bru trbenam.."
"Tp pagi psti dtg.."
"Moga aja.."
Hujan di luar msh deras. Mungkin tangisnya juga semakin deras. Aku jdi teringat analogi tentang hujan, aku sms saja:
"Sprti hujan di luar sana, ntar jg brhenti.."
"Mgkn.Tp sprti'y bru turun dn akn smakin deras.."
"Tp psti berhenti..:)"
"Klo malah banjir gmn..?"
"Euh..!!Mka'y ud dong nangisy,ntar banjir..!"
Tidak ada balasan dan tidak aku sms lagi. Aku tertidur.
...............................................................................
Sisa-sisa hujan tadi malam tertinggal di setiap lembaran rumput hijau di halaman depan rumah. Aku berdiri di atasnya, perlahan rasa sejuk merambat dari ujung kaki hingga ubun-ubun. Sinar matahari menerobos masuk lewat celah-celah pepohonan di pinggir halaman. Aku telentangkan tangan dan menghirup napas dalam-dalam.
Handphoneku bergetar. Ada sms.
"Mksh ud mnjemn bahumu smlm. Pagi bnr2 dtg..
aku sayang kamu :)"
Aku tersenyum. Tidak kubalas. Kuhirup lagi napas dalam-dalam. Sangat dalam.
.....................................................................................
[adaptasi dari berbagai situasi dan imajinasi :p[tidak kreatif]]
hhuuff..
gw pengen liburan ke Sydney..
aammiin..
[keepn fight :)semangat!semangat!semangat!semangat!]
SEMANGAT!!!!!!
"Warna awannya keabu-abuan..dingin..,"
suatu sore di musim hujan angin membawa kabar dari negeri mimpi.
[Ingin rasanya pagi ini angin berhembus di wajahku, sekembaliku dari negeri mimpi.
Apa yang akan kau kisahkan, Angin?]
Kemarn2 gw bru baca lg novel Habiburrahman, "Ketika Cinta Bertasbih" 1&2. Novel pertama selese dlm 3x baca krn gw interest bakal nemuin pemahaman baru, seperti stlh baca "AAC", apalagi "semacam prolog"-nya ga biasa menurut gw. Setelah baca sekian lama mengikuti isinya, gw rada kecewa karena ke-interest-an gw hampir hilang. Gw ga menemukan pemahaman baru dari novel pertama. Meskipun benar gw salut dan suka dgn isinya, tpi ko gw ngerasa itu seperti "bacaan menarik" yg biasa saja. Di saat org2 mgkn berurai air mata mengikuti kisah2nya, gw cenderung sekedar berkomentar ,"oh, gitu ceritanya..". Entahlah, entah selera gw emg gag ngikut pasar atw gw gag nangkep maksud penulis, novel tersebut selesai gw baca dan sekedar selesai. Titik.
Gw lanjut baca novel kedua, sama. Titik di tengah jalan.
Bahkan,gw mulai gag setuju dgn konsep2 "Cinta" yg gw tangkep dari kedua novel itu. Bukan, bkn ttg ta'aruf sprti di AAC. Gw setuju dgn semua embel2 islamnya. Sangat setuju. Tapi ada bagian teknis-esensi yg mnurut gw Cinta tu ga seperti itu. Misalnya:
1. [meskipun semua kondisi yg gw tangkep memang logis]Ketika Anna mengetahui Furqon terkena HIV, kenapa langsung minta cerai dan tidak mengusahakan keutuhan rumah tangga. Toh pada akhirnya Furqon sebenarnya tidak terkena AIDS.
2. Setiap berbicara ttg hubungan perkenalan laki-laki-perempuan, langsung ke tema khitbah(lamaran). Azzam yg mndengar crita kesalehn, prestasi, apalagi kecantikn Anna langsung melamarnya lewat org ketiga. Atw pembicaraan ibunya Rina yg nyerocos mulu supaya mengenalkan anak2y dgn Azzam, siapa tahu jodoh.
3. euueueuehh, gw gabisa ngejelasinnyah..Novel keduanya blm selese.Titik.
.............................................
Satu hal yg paling gw setuju adalah ketekunan Azzam sbg entrepreneur. Meskipun kuliahnya di Cairo jadi terganggu gara2 tempe dan bakso shngga lulus S1 9 tahun, tpi esensi kelulusan dan prestasinya impas dgn keberhasiln 2 adiknya di Indonesia yg lulus S1 dan D3 dari hasil bakso dan tempe tersebut.
Mgkn cuma itu, dan bukan pemahaman baru bagi gw.
[tapi karena banyak sekali pemahaman ttg kehidupn di kedua novel itu, gw sarankan novel tersebut "sangat layak untuk dibaca" :P]
"Sayin' goodbye isn't easy to say; i'll see ya later"
Kadang gw benci ketika harus menghadapi kenyataan bahwa gw mendapatkan sesuatu dari kebalikan sesuatu itu. Misalnya, klo lg sakit gw ngerasa sehat itu sangat nikmat, meskipun gw sering menikmti rasa sakit itu sendiri atw di waktu sehat pn gw siap jika harus sakit [ngurangin dosa kek:p]
Gw sangat setuju jika itu memang merupakn cara Tuhan mengajarkn hikmah, membuka mata kita untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi, esensi, dan manfaatnya. Bahkan ada yg bilg kira2 "Kebahagiaan org yg sehat seumur hidup sebenarnya tidak ada; dia tidak pernah merasakn sakit". Akh, hikmah yg sulit didapat, bukan?
[iyah,, apapun yg dikasi Tuhan ada nikmatnya]
Berkaitn dengan saying goodbye, harus diakui [dan tak bisa disangkal] bahwa Tuhan sedang mengajarkan betapa nikmatnya kebersamaan. Kejadian-kejadian di saat bersama org lain, pacar misalnya, akan sangat terasa nikmatnya jika diingat ketika berharap untuk bersama lagi di saat berpisah. Mungkin anak yg biasanya makan disuapi org tua, jadi tidak mau makan setelah org tuanya meninggal[lho?terlalu ekstrim?]. Atw komandan kompi yg biasanya berhadapan dgn desingan peluru dan bom di medan perang jadi gag bisa tidur klo blm nonton film Rambo[lho?msh terlalu ekstrim?]. Ya kira2 begitu lah..:p
Efek perpisahan yg paling dahsyat menurut gw seh rasa "rindu" untuk melakukn kegiatn2 ktika brsama2. Mungkin Si Anak ingin segera menyusul org tuanya dgn bunuh diri trus akhirnya disuapi nanah di neraka, atw Si Komandan nodong Bush supaya menginvasi Libya[kejam sekali memang jika Libya hrs diinvasi negara sekaliber U.S.]. Ya kira2 begitu lah..:p
Orang2 yg sadar akan efek2 perpisahan mengantisipasi dgn memunafikkan[atw apalh istilahnya] perpisahn itu sendiri. Salah satunya, ketika berpisah yg biasa berkata "Selamat tinggal", akan ada ketakutn yg kuat tpi semu jika disepadankn dgn "Jangan-jangan tidak akan pernah bertemu lagi, terus bagaimana hidupku?"[halah], sering diganti dgn "Sampai jumpa". Bukankah ada do'a yg mengandung byk harapan dri kata2 sprti itu? Ya kira2 begitu lah..:p
Berkaitn dgn gw, sekarang adalah hari nol. Hari dimana sebuah perpisahan dimulai.
Hikmah2 dibalik perpisahn sbnrnya cukup gw pahami. Spnjang hdup, gw sring ngalamn perpisahan: perpisahn dgn angkatn SD, perpisahn dgn Guru, perpisahn dgn Sahabat, dn perpisahn2 kemnusiaan laenya,dan alhamdulilah gw "ga" ngalamn perpisahn dgn ortu [kata "ga" adalh doa, drpd "blm":p]
[Gw jdi inget, ada sahabat gw dlu org tuanya meninggal wktu dia kelas 2 SMP, di saat dukungan mental dan finansial sngat dibutuhkn tentunya. Hikmah yg dia dpt mmbuat gw garuk2 tanah:-kata2y gw msh inget dri bindery-
"..alhamdulillah, Ayahanda meninggal sebelum kiamat.."
Anjreth!Bagaimanpn gw ngerasa benci ada anak kelas 2 SMP yg harus ngedapetn hikmah dgn cra itu..]
Nah, hari ini gw berpisah dgn si bego. Dia pergi kira2 3 minggu. Kemana?
Gag tauu...[geleng2 gembung][dgn aksen dn intonasi khas yg cuma kami yg tau. hihi:p]
[Hanya bbrpa org yg boleh tw seh. Ngarti kn, Zie (lho?)]
Nah, cara untuk mengantisipasi efek2 perpishn itu, salah satunya rasa rindu, gw akan dedikasikn isi blog ini selama kira2 3 minggu kedepan sbg edisi khusus hari2 ketidakbersamaan kami. Maaf bgi yg kurang berkenan..gw hanya nyoba nyari hikmah laennya..
.....................................
Akan gw usahakn, Bego..
Gw selalu ngerasa gag puguh, deg-degan, ser-seran, takut, senang, terharu, pengen boker(lho?),pokona rasa2 seperti ituh bercampur aduk, bermunculan bergantian atw tumpang tindih, ketika gw menghadapi "hari esok yang tak biasa". Misalnya:
1. Waktu pertama kali mw masuk SD. Sehari sebelumnya perasaan seperti itu pertama kali gw rasakn sepertinya. Gw berulang kali nyobain seragam baru sambil ngaca, jalan keliling ruangan rumah nyobain sepatu baru, atw sekedar ngeliatn tas dan buku2y yang rapi baru disampul, atw gw pake semuanya pura2 mw berangkat sekolah. Haha, seneng..sepertinya esok akan menjadi hari paling indah..
Malamnya gag bisa tidur. Gulang-guling gag puguh, bangun pengen kencing, bengong ngeliatn langit2 smbil betanya2 akan seperti apakh hari esok. Sempet tertidur, tpi mimpi pake seragam dan berangkat sekolah. Gw bangun lg, bengong lagi, pikiran menerawang jauh ke hari esok. Gw takut melewatkn hari esok. Takut..sepertinya esok akan menjadi hantu yg paling menakutkn..
2. Pengumuman SPMB. Sehari sebelumnya gw nenangin diri di rumah nenek. Udara sejuknya cukup ngebuat pikiran gw jernih. Keheningan malamnyha menyediakanku harapan. Jangkriknya menertawakanku[Hihi:P]
Akhirnya gw keterima di FMIPA-ITB..alhamdulilah
........................................................................
Perasaan seperti itu sedang gw alami sekarang.
Besok adalah hari nol..
Aku mulai merindukan keheningan: suasana tanpa suara dan kejadian-kejadian.
[padahal lusa adalah hari terakhir, dimana seluruh kerinduan akan dikembalikan, dirajahkan tanpa ampun ke seluruh lekuk tubuhku]
Ada banyak kehangatan di antara derai tawamu, namun kadang ada sebentuk kesedihan menghantam bertubi-tubi di balik senyummu.
Bola kecil matamu membuatku tenteram meski matahari akan padam, namun tatapan kosongnya membuatku beku dan terbakar bersamaan.
Wajahmu, menyimpan kisah yang hilang dari catatan sejarah..
Entah mimpi anjing mana lagi yang waktu itu membangunkan gw tepat tengah malam, angka 00:00 tertera di layar hp. Tidak pernah diperhatikan seperti ini sebeumnya, selain karena sangat mungkin semua orang yang biasa bangun dan melihat jam pernah mengalami ketepatan seperti itu, juga mungkin gw pernah mengalaminya berkali-kali. Dan malam itu, antara sadar harus bangun memikirkannya jernih-jernih atw msh kepaksa harus tidur lagih, ada perdebatan hebat dan sangat cepat dalam hitungan sepersekian detik di pikiran gw tentang angka 00:00. Bukan, bukan masalah angka sial atw keberuntungan, melainkan tentang waktu. Iya, waktu!
Waktu merupakan topik yang belum gw sisir sepenuhnya, masih menyisakan sederetan rumus yang memerlukan penjabaran lebih lanjut (butuh diskusi berjam-jam sambil ngapuccino, harus baca buku referensi setebal batako, penelitian (teoritis atw aplikatif) dengan dana besar, atw bahkan wahyu Tuhan seharusnya terlibat) untuk membuat gw berhenti mempertanyakannya (atw setidaknya tidak membuat gw ngpost ini:P)
Dimulai dari "kapan waktu itu dimulai?".
Apakah periode pertama yg dikenal sebagai Era Planck (t= 0 s/d 10-43 (10 pangkat minus 43)detik) benar adanya?
Atw pertanyaan menggelitik seperti "kemanakah perginya waktu?".
Atw ada orang bijak sok tahu dengan mengatakan bahwa sebenarnya angka umur ("saya berumur 40 tahun", misal) harus dilihat dari keberkurangan umur itu sendiri.
Atw konsekuensi Si Einstein dgn munculnya dilatasi waktu.
Atw apakah waktu diciptakan?
Atw kenapa yah ko mata gw masih ngantuk?(lho?,malam itu gw lgsg tdur lg)
Apakah sebenarnya 00:00 itu merupakan akhir waktu atau awal waktu?
(awal untuk apa?akhir untuk apa?(kenapa harus ada awal ada akhir?(inikah batas ketiadaan dan kehadiran(jadi kapan kiamat?))))
Kembali ke konsep keabadian.
Kenapa hidup yang dihina sangat singkat ini harus diganjar dengan neraka yang kekal?
Apa yang dirugikan waktu kepada manusia?
Sebelum waktu itu ada (kalau memang ada awalnya) apa yang Tuhan "gunakan" untuk menghitung kelamaan penciptaan?
Apakah Tuhan hadir di dimensi berwaktu?
Kenapa ngaret menjadi hal yang biasa di Indonesia?
..........................................................................
hahahahaha, males ah.
toh paginya gw bangun kesiangan :P
Ada banyak tempat yang ingin ku singgahi: menjejakkan telapak kakiku di tanah berbagai musim, menghirup aura-aura khas dan berbeda, dan mencicipi selera-selera hidup manusia di setiap kebudayaan.
.....................
ehem!hem..hem
LIBURAN dimulai, dari 3 hari yg lalu tepatnya. Tapi sampai hari ini gw belum merasakan liburan seperti yg ingin gw rasakan. Banyak rencana sebenarnya. Yg ud pasti (semoga demikian) mungkin ke Dufan bareng ReAL, awal Agustus. Heueuh, masih lila!:(
Tapi, lbh dari itu, sbnrnya gw pngen ngelakuin kegilaan yg pernah gw pikirkan:
1. Pergi ke danau dan duduk di tepinya lama-lama,
2. Ke Gunung Tangkuban Perahu naek sepeda (itung2 latihn bwt ntar ke Mahameru..:))
3. Atw mungkin pulang ke kampung halaman, Cisalak nan asri: sawah-sawah dan jalan-jalan yang masih sama. Lari di pematang dan maen lumpur. hhaaaa..
4. Ke mana pun dia akan mengajakku pergi..
5. hahahahaha:P
eniwei, rada gag enak jg lho kena imbas libur gag jelas ginih, yg pas bangun masih bertanya2 sekarang hari apa seh?, atw ntar siang ngapain yah?, atw mandi gag yah? dan serentetan pertanyaan tolol laen yg ngebuat mata tetep melek!!! Tpi kmudian gw malah pergi ke kampus lagih..
aerararaghghgkkk!
gw pengen liburan..:(
.....................
Tapi ketahuilah, gw jugag sedang liburan jika liburan yg kalian maksud adalah liburan yang ngbwt kalian cuma comen "ya tinggal liburan aja kalee, gitu aj kok repot!" setelah baca posting ini :P
.....................
hmm,
tempat seperti apa yang ingin kau singgahi?
hagh, entahlah,
mungkin karena imbas kejadian-kejadian sebelumnya, karena apa yang akan gw lakukan setelahnya, karena keadaan tubuh gw(belum mandi, pegel-pegel), karena apa yang sedang gw pikirkan(ekspektasi, ketakutan, kekhawatiran,rencana,etc2), atau bahkan karena tempat tidur gw(rapi atau acak-acakn),
rasanya,
mimpi-mimpi yang gw alami belakangan ini terlalu nyiksa. Sangat..
Adegan-adegan abstrak melintas-lintas, plot-plot yang tak bisa diikuti, cerita yang gag gw ngerti, setting yang gag jelas..GUAH BENCI, ANJING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
....................................................................................................
Kemaren malam subuh mungkin mimpi gw paling aneh. Mungkin karena sebelumnya gw khawatir karena si bego pusing-pusing gtu (mungkin krn keujanan+blm makan+cape), tapi gw hrus ngles jd gag nganter dia pulang. Mungkin karena besoknya, tgl 28, ada uas kimia yang blm gw tahu kapan dan dimana (secara materi+mental cukup siap). Mungkin karena gw gag tahu kenapa. Begini mimpinya:
Sepertinya sedang ada perang antara entah siapa dengan entah siapa. Settingnya antara hutan, sungai, dan tanah perbukitan, bergantian tak teratur dan membingungkan. Layaknya di film2, manuver sudut kamera gag bsa gw ikuti: kadang gw ngliat kuda terbang dari depan, panah di angkasa diikuti sampai nancep di tubuh orang yg kemudian darahnya nyiprat ke kamera, kadang kameranya rusak dan iklan dulu (lho?)
Adegan terakhir cukup menakutkan gw:
Gw sedang nyari gondewa (alat untuk melepaskn busur panah), tapi pasukan musuh sudah melepaskan panah. Gw bsa liat tu panah-panah beterbangan teratur rada slow motion, kamera seperti biasa ngikut dari awal dilepaskan sampai..sampai semua panah itu menuju ke arah gw, sedang gw berdiri kaku. Dan ketika panah-panah itu tinggal bebrapa centi dari mata gw..
BBYYURRRRSSSEEKKKCLLIISSPPSS....
Blub,blub.bbb..
Kamera gw mati: gw keburu bangun.
Malam itu terasa sepi, seperti cuma gw sendiri yang bangun di dunia ini.
Sangat sepi..
...................
Kemudian adzan awal terdengar lirih. Sanyupnya terdengar jauh..jauh sekali..
arghk! damn!
knp harus adzan lirih yg gw denger pas bangun!?
Aku senang kamu akan pulang.
meski mungkin hanya sebentar,
meski sekedar mengambil sesuatu yang tertinggal,
meski kemudian akan membakar rumah ini.
Kemana pun kamu akan pergi setelahnya,
silakan pelajari bagaimana cara kerikil-kerikil tajam menuntun langkah kaki,
silakan resapi belaian angin yang dingin dan hangatnya perapian,
silakan tertawakan bagaimana Tuhan memelihara kisah hidupmu
Mungkin aku akan sesekali mencari tahu keberadaanmu, menanyakan apakah perbekalanmu masih cukup. Mungkin sesekali aku akan membalutkan perban di kakimu. Mungkin aku akan menuntun perjalananmu.
Biarlah,,
karena ini bukan tentang rasa cukup atau kekurangan, apalagi tentang hutang piutang. Walaupun tetap saja akan kuusahakan untuk membuatmu tinggal lebih lama, ini bukan paksaan, apalagi tentang rasa kasihan. Ini tentang rasa sayang.
Aku akan selalu ada di sini,
membangun kembali puing-puing rumah ini,
karena jika suatu saat kamu merasa sangat letih dengan perjalananmu, kapanpun,
pintunya akan selalu terbuka, halamannya akan terus merumput,
malamnya akan kusediakan kehangatan. Pulanglah..
Dunia di depan mataku tampak indah. Cahaya matahari berpendar menyilaukan mata namun terasa hangat. Manusia-manusia berjalan hilir mudik dengan urusannya. Angin pagi berhembus ke wajahku seolah menyapa ramah. Tetumbuhan menghijau terlihat rindang dan meneduhkan. Daun-daun tuanya beterbangan menyerupai pesawat yang kemudian mendarat di atas tanah lembap. Awan-awan tipis putih terlihat bercengkerama dengan langit. Langit pun terlihat luas dan melapangkan hati. Hhmm..cukuplah membuatku percaya bahwa Louis Armstrong memang ada. Hmm..cukuplah membuatku bergumam, "Selamat pagi, Dunia.."
Namun, namun tidak dengan dunia di dalam hatiku. Hatiku sepertinya akan hancur berkeping-keping. Awannya keabu-abuan dan dingin. Tanahnya becek karena hujan turun sepanjang tadi malam.
Akh,aku tak kenal dengan dunia seperti ini. Asing..
..........................................................
Baru kali ini aku menghadapi ketidakmengertian yang begitu hebat. Komitmen dan prinsip yang mengendalikanmu tampak kokoh, membuat semua tampak tidak begitu baik. Aku bisa saja melepaskanmu tadi malam, membiarkanmu hanyut di laut yang luas dan dalam, hingga tak ada satu pun jawaban yang kau temukan. Aku bisa saja meninggalkanmu di dalam penjara dengan jeruji berkarat, gelap dan sendirian. Aku bisa saja hanya tertawa menyaksikan tubuhmu berdarah-darah. Aku juga bisa saja membiarkan air matamu jatuh menyerupai anak-anak sungai..
Namun, namun aku telah menghancurkan kebebasan yang mengikatku. Kata-kata yang keluar dari mulutku tak kan kubiarkan lenyap begitu saja diterbangkan angin. Kenangan-kenangan yang telah kita ciptakan tak kan kutempatkan di sudut yang jauh dan gelap. Aku tak ingin membiarkan rumah yang telah kita buat menjelma kekosongan. Kisah ini sama sekali bukan untuk ditinggalkan. Sama sekali bukan..
Karena, karena aku telah sampai di suatu medan perang. Pasukan-pasukan musuh sudah siap melahap tubuhku dengan ribuan panah dan tebasan pedang. Aku pun telah siap menjagamu..
..................................................
Baru kali ini aku merasakan ternyata rasa lapar tidak lebih penting dari perasaan apapun. Ternyata rasa kantuk tidak lagi menidurkanku, membuat mataku memelototi pesan-pesan yang belum jg sampai, membuat malam terasa lama seperti pergantian musim.
Kemudian pagi jatuh di antara anak-anak sungai. Kulihat rumah ini sepi..Mungkin kau sedang berada di suatu persimpangan jalan, atau sedang tersesat di hutan, atau mungkin ada kabut yang telah menyamarkan jalan-jalan pulang. Padahal kedua tangan dan kakiku telah kuusahakan untuk mejemputmu..
hagh,
Aku menunggumu pulang...
Aku bahkan tak pernah memahami tentang rasa-rasa yang muncul dan melekat begitu saja, namun hampir membuatku kembali menjelma kegilaan. Prinsip-prinsip yang tak kukenali memaksaku jatuh dan tersesat di palung laut terdalam, berulang dan berkali-kali. Bahasa-bahasa yang tak pernah kubicarakan menjebakku dengan interpretasi intonasi yang sama sekali tak pernah tersampaikan. Norma-norma yang mulai bergeser dan keabu-abuan menyediakanku terlalu banyak alasan hingga sulit sekali membedakan apakah sesuatu harus dilakukan, boleh dipilih, mau atau tidak. Padahal mungkin seharusnya senjata di tangan kita telah dirapikan: dilucuti pelatuk dan pelurunya, tetap saja, selalu saja ada darah yang berceceran.
Petualangan -jika memang boleh kusebut begitu- ini telah mengajariku -jika memang ini sebuah pembelajaran- banyak hal. Namun, kemungkinan-kemungkinan yang tak kusadari, kesadaran yang tidak pernah bisa diusahakan, usaha-usaha yang sering tidak sesuai dengan harapan, dan harapan-harapan yang salah disadari, cukup membuat seluruh bagian diriku kelelahan. Jari-jariku kadang lelah terus menuliskan kisah-kisah yang belum tentu jadi hikmah, pikiranku kadang melarikan diri ke dimensi-dimensi tak bernama, kakiku kadang berhenti di tempat-tempat tak bertujuan, mulutku kadang meracau dan kadang membisu, sampai kematian pun bisa kusapa kapan saja.
Ada saatnya lariku tak lagi kencang: saat berjalan santai lebih terasa menenangkan hati. Ada saatnya aku hanya berdiri mematung: saat diam bisa membuatku lebih bijak. Ada saatnya aku hanya tercenung duduk: saat memandang kosong sambil menopang dagu ternyata terasa damai. Ada saatnya pula aku harus terbaring: saat tulang-tulangku berpatahan dan tak mampu lagi menopang tubuhku. Mungkin akan ada saatnya di mana aku harus benar-benar tidak ada di saat apapun.
Akh, perjalanan ini kadang terasa melelahkan. Mungkin aku pernah sampai di ujung jalan buntu. Mungkin aku pernah sampai di suatu jalan panjang dan kosong, tak ada rumah yang menyediakanku malam. Mungkin aku pernah tiba di suatu pemukiman yang berpenduduk padat dan ramah, namun sama sekali mereka terlihat asing. Mungkin aku sempat menginap dan merasakan hangatnya perapian di suatu rumah, tapi mungkin hanya sebagai persinggahan. Mungkin aku pernah tidur di atas trotoar beralas koran dan menggigil kedinginan. Mungkin aku tak pernah tidur di sepanjang perjalanan. Pada akhirnya, aku harus memutar badan, mencari arahku pulang. Pulang ke rumah yang telah kita buat.
Rumah kita: Tempat yang menyediakan perapian dan makanan secukupnya. Tempat kita memulai hari dan berlarian keluar menyambut matahari bersama angin. Tempat kita melepaskan semua rasa lelah setelah seharian bekerja. Tempat waktu luang tak terasa habis dicumbui tawa dan rasa rindu. Tempat kabut-kabut malam menjelma jadi selimut. Di mana pelukan akan menjelma kehangatan.
.....................................................
Akh, kakiku ternyata masih cukup kuat untuk berada di sisimu..
Di pertigaan sebuah jalan kami berpisah: meninggalkan wacana yang tak seharusnya dibacakan, menyisakan perasaan-perasaan menyesal bercampur kebingungan yang membuat mulut tak berkata-kata. Seperti langit di atas, sama-sama sedang tak enak hati.
"Hati-hati yah, hujan.."
Suara terakhirnya terdengar samar-samar, berbaur dengan deruan kendaraan. Kupercepat langkah. Ingin segera pergi dari pertigaan. Ingin segera merapikan sebuah ingatan. Tapi rasanya kakiku berat dan dadaku terlalu sesak.
Setelah melewati beberapa bangunan, dadaku meledak dan kakiku memberontak: aku berlari. Aku berlari di atas trotoar setengah basah, melintasi beberapa jalan dan persimpangan, mendahului para pejalan kaki, dan sempat menghentikan kendaraan disusul suara klakson menjerit-jerit. Aku terus berlari.
..........................................
"Gw bkl lupain smuany
maaf yha.."
Sebuah pesan masuk setibaku di tempat lain. Aku berlari lagi.
(Tujuh Gugatan Rakyat)
1. Nasionalisasi aset strategis bangsa.
2. Wujudkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Tuntaskan kasus BLBI & korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya sebagai perwujudan kepastian hukum di Indonesia.
4. Kembalikan kedaulatan bangsa pada sektor pangan, ekonomi dan energi.
5. Menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat.
6. Tuntaskan reformasi birokrasi dan berantas mafia peradilan.
7. Selamatkan lingkungan Indonesia dan tuntut Lapindo Brantas untuk mengganti rugi seluruh dampak dari lumpur Lapindo.
...................................
”hidup mahasiswa!” hanyalah seruan arogansi eksistensial mahasiswa pada rakyat Indonesia.
[CSUI05]
Ingatanku kemudian berlari di antara ranting-ranting pohon kering di sebuah hutan pinus yang secara keseluruhan akan berbentuk kerucut jika dilihat dari kejauhan. Dedaunan sebentuk jarum berserakan meyerupai hamparan permadani menutupi seluas tanahnya. Garis-garis lembahnya akan mengombak jika tertiup angin dan sedikit berkilauan jika sudut matahari sedang tepat di atas puncaknya atau searah dengan mata. Hutan lain di depannya lebih landai, tampak tunduk seperti mengagungkan atau tersipu malu. Sedang hutan lain di belakangnya lebih tinggi, tampak merengkuh setengah lingkaran seperti sedang melindungi. Kadang awan ikut-ikutan bercengkrama menaungi, kadang burung juga melintas-lintas di atasnya.
Sedang tubuhku terperangkap di dalam hutan di sebuah kota. Beberapa pohon tua dan bangku besi ditanam bersebelahan. Jalan agak lebar beraspal meliuk-liuk di lantainya, seperti miniatur sungai yang menyusuri lembah. Lingkaran pagar besi berkarat dipasang di sekelilingnya, menjadi pembatas dengan kota itu sendiri. Kendaraan berlalu-lalang di sebelah luarnya. Secara keseluruhan, keadaanya membuatku bertanya-tanya apakah ini hutan masuk kota atau kendaraan yang tersasar di hutan. Seperti layang-layang di ranting salah satu pohon, membuatmu bertanya-tanya apakah ada orang yang menerbangkannya di hutan.
.............................
Ingatan dan tubuhku sekarang benar-benar bersatu, terperangkap di dalam sebuah angkot yang sedang menunggu penumpang penuh, yang kadang terlalu lama hingga ocehan-ocehan selalu keluar dari penumpang yang sudah masuk, mungkin sedang dikejar waktu atau sekedar tidak biasa duduk lama-lama. Bagiku tak mengapa, karena selain sudah terbiasa mengejar waktu, titik-titik hujan yang mulai turun di balik kaca belakang dan sorotan lampu depan mobil lain di belakang angkot ini, bisa menjadi penghiburan yang sulit dilupakan. Terima Kasih, Tuhan..
Seharusnya, bukan kekosongan yang menjaga trotoar, bukan paving block berlumut dan berantakn, bukan lukisan-lukisan abstrak yg belum juga terjual, bukan halte-halte tempat menunggu hujan reda, bukan pengemis-pengemis lusuh, bukan gedung-gedung tak bertuan, bukan..
Seharusnya, terpasang bangku2 untuk berseloroh sepanjang hari, meja dan kursi tempat pedagang mencari rezeki tertata dan tak mengganggu, para pejalan kaki hilir mudik ke berbagai tujuan, lampu-lampu bertiang tinggi yg akn menyala saat gelap, pohon-pohon rindang berjajar rapi di sepanjangnya..
Hingga kaki tak merasa lelah berjalan sampai ujungnya, hingga tawa-tawa gemerisik di sepanjangnya, hingga angin berhembus di sela-sela obrolan kita..
Waktu melihat iklan Pond's Flawless White di plot pertama, gw tertarik.Sangat tertarik. Akan bagaimanakah kisah itu berakhir?Siapa yang meninggal?(lho?)
Di plot kedua, sudah bisa ditebak bahwa tu cowok bakal kembali lg ke si cewe. Cuma gw msh penasaran, setragis apakah kisahnya? Genre drama atau komedi?
Di plot ketiga, gw pengen ngetawain diri sendiri..Tw kn, cewe kedua ngirim sms ke si cewe tokoh utama yg isinya:
"Aku ngga pernah mau melihatmu lagi
Andre"
Hahahaha, entahlah, yha, rasanya India sekali. Punjabi, punjabi..gw curiga beliau tidak punya televisi di rumahnya.
eniwei, jika dilihat lbh detail, gw pikir ceritanya komplikasi-kompilasi genre di Indonesia, India, Hollywood dan Korea.
Indonesia: berpapasan di jalan dengan cewe (untung tidak tabrakan:P),?
India: sms, kalung jatuh, stage pernikahan,?
Hollywood: flasback,?
Korea: nangis langsung dipeluk,?
.............................................
Tpi kmudian gw brtanya2:
1. Apakah karena wajah cewenya "sudah putih" yg mmbwt si andre kembali?
2. Apa yg selama itu ia rasakn kepada cewe kedua?
3. Maukah si cewe putih menikah denganku?(lho?)
jawaban sementara gw adalah:
1. Bukan itu semata. Kenangan2 di flashback msa lalulah yg gw kira lbh brpengaruh.
2. Dia mungkin hanya mencoba mencintainya,
3. Sudah tentu dia mau.:P
.....................................
Jika dikaitkn dgn strategi pemasaran produk Pond's, gw kira iklan tersebut bisa menyedot byk konsumen. Tpi jika dlihat dri "seperti itukah cinta?", akh, gw kira ada byk skali distorsi..
Dan semakin meyakinkan gw bahwa:
"Unstable is a fuck. No control. No border. Fuck!"
.....................................
Fuck!
"Berjalanlah menghadap matahari: sambut pagimu yang tak pernah mati. Jika tak kau temukan kehangatan, tak perlu takut, bukan dingin yang akan membunuhmu."
[me, "after sunrise"]
....................
Ada adegan di film India bgini:
Amitha Bachan (A) di lapangan samping kampus sedang berdiri dengan telapak tangan posisi salam di depan dada, memejamkn mata, menghadap matahari. Kemudian datang Syahrukh Khan (S) dan langsug meniru posisi tersebut, tapi dengan tangan telentang ke bawah, memejamkan mata, menghadap matahari. Mereka kemudian berdialog prinsip. kira2 begini:
A: "Apa yang sedang Anda lakukan?"
S: "Anda sendiri sedang apa?"
A: "Saya sedang menyambut matahari..(etc, lupa dialogna:)"
S: "Saya juga"
A: "Tapi kenapa tagan Anda terbuka seperti itu?"
S: "Ini cara saya.."
Meskipun SUMPAH GW GA SUKA FILM INDIA, tapi gw setuju bahwa matahari patut disambut. Sebagai pemberi cahaya kehidupan, sebagai pemberi kehangatan..
......................
Sedang cara gw meyambut pagi adalah:
Di ruang terbuka, atau setidaknya tersinari matahari, telentagkan tangan ke bawah, pejamkan mata. Kemudian berjalan menghadap matahari dalam beberapa tarikan nafas, buka mata sambil hembuskan nafas terdalam sambil terus berjalan. Akhiri dengan senyum kepada diri sendiri. Selesai. Lajutkan perjalanan..
Hahaha, rada sentimetal mugkin, tpi itu membantu gw bertahan hidup. Setidaknya tiap pagi gw selalu siap utuk masuk kuliah di universitas nomr 2 (begitu katamu :P) ini. Apalagi besok jm 3 sore ada UTS II Fidas,
need more sunshine..
Yang sedang aku bayangkan:
1. Rumput-rumput di lapangan yg tdk trlalu luas.Di pinggiry bberapa pohon berdiri beku, ada jalan setapak yang ujungnya hanya bisa diikuti mata sampai sebuah bukit, di salah satu punggung bukit itu matahari sedikit merona dari balik awan-awan kelabu yg mengerumuni langit, cahayanya memantul-mantul dari butir-butir kecil air sisa hujan di atas rumput tadi, sehingga kadang sulit dibedakn apakah berlatar sore atau pagi hari.
2. Ada anak kecil sedang lari-lari di jalan setapak, memunggungi sebuah rumah di ujung lapangan yang tidak terlalu luas, tanpa alas kaki. Kancing bajunya tidak lengkap, melambai-lambai disapu angin pembawa hujan. Matanya memandang jauh ke atas sebuah bukit. Sepertinya sedang mencari tahu apakah ini mulai gelap atau masih shubuh.
3. Seorang tua sdang berjalan di pematang sawah yang cukup luas,memikul cangkul dengan langkah kikuk, seperti menghafal jalan atau tergesa-gesa. Halimun-halimun tipis tampak menyamarkn geraknnya. Menyamarkn urat-urat di lengan dan kakinya, juga menyamarkn umurnya.
4. Seorang gadis desa sedang duduk di bawah pohon di pinggiran sawah.Rambutnya terurai setengah bahu. Matanya sesekali menengadah ke langit, seperti menghawatirkan apakah akan turun hujan atau tidak. Dan sesekali mengawasi jalan setapak, seperti sedang menungu dan mengkhawatirkn apakah akan datang atau tidak.
5. Sebuah kampung di balik sebuah bukit tampak mati.
6. Tubuhku tergeletak di tengah jalan setapak. Dan tiba-tiba hujan turun dengan deras. Dan terdengar suara adzan sayup-sayup, terdengar jauh. Jauh sekali..
................
Aku terbangun. Kemudian mataku menangkap rona-rona yang tak biasa. Hamparan bunga di lapangan yang cukup luas, di pinggirnya ada sungai berbau khas. Di sampingku ada seorang gadis. Entah siapa, tpi aku rasa prnah mengenalnya. Atau mungkin pernah sangat dekat.
................
Aku terbangun.
hhmm, rindu..rindu..
mau berapa kali kau membiarkanku jatuh dari puncak tebing dan hancur berkeping-keping..?
harus brpa lama waktu yg kau butuhkn untk menggerus smw rsa dan secara perlahan tapi pasti semua akn tampak biasa?seolah tk pernah ada rasa rindu, seperti pertemuan2 di seberang jalan,atw sprti di perjamuan terakhir..
kpn kita akan bertemu lg, rindu?
................................
hhaagghh,
gw pengen balap lari di pematang sm luh! (lari lu payah, kn?:P)
gw pengen liat lu jatuh ke lumpur sawah dan cengeng nangis2..(trus gw gendong :P)
Oh brother I can't, I can't get through
I've been trying hard to reach you, cause I don't know what to do
Oh brother I can't believe it's true
I'm so scared about the future and I wanna talk to you
Oh I wanna talk to you
You can take a picture of something you see
In the future where will I be?
You can climb a ladder up to the sun
Or write a song nobody has sung
Or do something that's never been done
Are you lost or incomplete?
Do you feel like a puzzle, you can't find your missing piece?
Tell me how do you feel?
Well I feel like they're talking in a language I don't speak
And they're talking it to me
So you take a picture of something you see
In the future where will I be?
You can climb a ladder up to the sun
Or a write a song nobody has sung
Or do something that's never been done
Do something that's never been done
So you don't know were you're going, and you wanna talk
And you feel like you're going where you've been before
You tell anyone who'll listen but you feel ignored
Nothing's really making any sense at all
Let's talk, let's ta-a-alk
Let's talk, let's ta-a-alk
Coldplay, Talk
........................................
Lagu itu terus mendengung, mengingatkanku pada banyak hal yang sedari dulu berkumpul dan berkerumun di pikiranku. Hal-hal yang memaksaku berubah menjadi serigala jadi-jadian. Serigala yang menggigil kedinginan di kereta bawah tanah jam setengah dua malam.
akh, sialan!
Suka : "Mau ke mana?"
Cinta : "Sama siapa?"
Sayang : "Hati-hati ya.."
(Nepsong : "Ikut dong")
................................
-bener2 gda kerjaan-
hohoho
bagi siapapun yg prnh punya no hp gw,
atw yg ingn mnghubungi gw,(lho)
maaf,
untuk 2 bln k dpn gw g pegang hp. ok?
jd lwt email aj. itu pun d warnet, yg kmgknn gw buka'y smnggu 1x..:((
Tibaku pada saat-saat sesat
saat kabut-kabut hitam mengaburkan pikiran
saat hujan menyamarkan jalan-jalan pulang
merubuhkan kaki-kakiku ke dalam palung-palung tak berujung
meninggalkanku di tempat-tempat tak bertujuan:hilang
-pesan pada luka-
Bahwa tak kujumpai tafsir rindu pada luka yang membiru
juga pada temaram angan yang semu
entah pengapku telah menyelinap senyap
atau resahmu memaksa kudekap
bukan pada kekhidmatan yang asing atau kebisingan yang lelap
bukan pada cinta.
Sekedar dialektika tanpa bahasa yang akan segera kusudahi
hingga makna yang kabur dari rintikan-rintiukan rahasia
dari mulut dan lakuku yang tak terbaca akan terjerembab
masuk ke dalam labirin ego yang diam menari iri
sebab tak ada lagi lembaran-lembaran pada kitab
sebab luka tak mampu lagi bercumbu rindu.
Baiklah, akan kita ulangi narasi hari dini
menyiangi retorika pilihan atas jalan dan jebakan
tapi jangan Kau bermuram jika aku menjelma kediaman
sebab aku sendiri tak paham rumusan kehampaan ini.
kelas XII IPA 5, Maret 2007
...................................
seems, just done..;)
Satu lg yg blm gw ceritain.(gw blg jg bkn!). Slain pergi ke kutub, impian gw adalah meraih Nobel. Iya, nobel bkn cita2, tpi penghargaan. Seenggaknya, apa yg gw lakuin nanti, bisa setara dengan hadiah nobel. Bidang yg kepikiran sekarang seeh sastra, mungkin lewat novel.
Novel yg gw impikan seperti ini:
1. fenomenal tapi ga kontraversial (Da Vinci Code D. Brown mgkn g msk kategori ini)
2. ga terkesan menggurui (ga sprti 7 habbits Stephen R. C)
3. realistis (ga sprti harry poter, supernova)
4. bisa ngebuka pikiran orang2, di dunia tu gini lo, ada ini lo, ada itu lo, klo itu ttg ini lo.
5. ah, pokokya setara dgn nobel..
But, gw sekarang mentoook! Bagaimana memulainyakah??
..................................................
Tulisan2 gw blm bermutu, msh nyoba nyari jalan-jalan-jalan!(3x biar mantap, supernova:akar).
Anyway, gw perlu pandangan siapapun ttg tulisan gw, brikut gw capture salah satu cerpen gw (pernah diikutn lomba balai bahasa bdg, tpi g menang. Salah kategori mgkn, soalnya yg dminta tema remaja, sdg ini dewasa(ah, jelek mah jelek weh!:P)):
Judul: "Hujan"
"Musim hujan mulai memasuki fase penuh bulan ini, Februari 2007. Setiap hari hampir tak ada kesempatan bagi matahari untuk bersinar. Awan begitu bermuram sehingga kalau dilihat seperti langit-langit di tempat pembuatan gula aren di desaku dulu, hitam berjelaga tak terkira. Aku sengaja duduk di dekat kaca supaya bisa melihat hujan di luar sana. Entahlah, ada semacam rasa khidmat dengan melihat percikan air hujan dari balik kaca seperti ini. Ada jalan yang memanjang sepi, beberapa orang berjalan memakai payung melewati deretan bangunan yang berdiri beku, juga petir sesekali menggema. Kutarik napas dalam-dalam dan menutup mata, mencoba berpaling dari apa yang membuatku lirih. Senyap merambat.
........................[settingnya di cafe]
........................[ceritanya dipotong,gw cape ngetik, softcopy'y hilang. Awal+ akhiry doank aj yah?:]
........................
Aku berjalan sendiri di tengah malam yang terasa asing. Bulir air hujan rintik-rintik berebut menerpa wajahku sepanjang jalan. Kutarik napas dalam-dalam, sangat dalam. Mencoba membenahi pikiran yang akan tetap meninggalkan kekuatannya di dunia ini, di setiap partikel udara yang baru saja kuhembuskan. Tapi aku berharap tidak akan ada yang menemukan pesan keberadaanku. Jangan ada lagi manusia yang merasakan keasingan.
Hujan telah reda.[settingnya di jalan mw pulang]"
................................................................
(Halo Farida,:), banyak banget yang mirip sma novel km. Gw jd kaget sendiri..!)
................................................................................
haggh..wanna be my best, need to by myself !
see yaa
Aku ingin
Aku ingin menciummu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya membara
Aku ingin menciummu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadkannya basah
...................................................................
(mohon maaf yang sebesar2y kpda mas Sapardi. Ini hanya kreativitas pikiran. Bukankah puisi itu liar?:P)
see yaa..
Ad yg tw novel “dan hujan pun berhenti”?
pengarangy Farida Susanti?
Dia tmn gw di ITB(bkn pamer, cm gw bangga kenal sm org hebat kya dia:P), satu
Kamis mlm tgl 24 kmrn dy nraktir ank Boulevarad di Lantera (dago pakar belok kanan gtu?), soaly dia kn bru menangin “Khatulistiwa Literacy Award” kategori “penulis muda berbakat”. Mw tw brpa hadiahnya?
25 JETI, guys!!!!(yg g kumpul jgn nyesel:P)
Thnx bgt y Far, ntar gw de yg nraktir..!(artinya gw yg menang tu award:P)
………………………………………….
Pulangnya gw gbsa tdur.
“pikiranku berlari liar, mncoba mrangkai kmbali expektasi2 yg smpat khilangn arah”.
Gw pengen nerbitin novel…
…………………………………………
(Far, ntar gw coba tulis dsni slh stu tulisan gw. Ksi comen y..!)
Yeap, see yaa
Haggh,,,
hari jumat tgl 7 kemarin gw UTS II Fidas.
Soal2nya lumayan gampang seeh, jika dibandingkan dgn UTS I dan soal angkatan sebelumnya, tapi tetep ada yang ga bisa gw kerjain. Apalagi soal relativitas khusus !
Btw, knp Lorentz sm Einstein mikir2 sesuatu yang relativ gtu yah? Kayaknya rada kasihan kalau tahu bagaimana dulu mereka (dan ilmuwan lain yang berkontribusi thdp Teori Relativitas Khusus) berpikir keras buat nemuin persamaan matematikanya ! Secara gw aja yg tahu sedikit sudah pusing begitu pas ulangan!
Lihat kan, betapa sukacitanya Enstein ?
heheh:P
But, kalau ditelusuri lebih jauh, gw salah juga seeh ga merhatiin dosen pas kuliah. Padahal dosen Fidas gw, Pak A. Rusli, uda menerangkan dengan "agak" bagus !
(interupsi:
dosen gw tu suka make cara berpikir logis+perasaan kalau lg nerangin. Setiap kali nanya, beliau pasti make kata "agak" atau sesuatu yg "negasi" gitu. Misalnya, kalau selesai ulis soal di papan tulis bliau pasti nanya: "soalnya jelas atau tidak jelas?". Atau lg nyoba mmbuat kerangka pemecahan soal, bliau jg biasanya nanya:"logis atau agak membingungkan?".
Menurt gw seeh hal itu bagus untuk mmbantu prkembangan cara berpikir. Trus kadang "agak" lucu gtu, bliau pnh nanya kaya gni :" sekarang kuis, setuju atau agak setuju?". Yang namanya mahasiswa dikasi soal, y kami serempak menjawa:"TIDAK SETUJU !!".
Tp, bliau bilang :"pertanyaan tadi mmbntu kalian untuk mw belajar"
Anyway, ada satu quotation bagus dr bliau : "karena saya sadar")
Dan sekarang gw sadar, gw HARUS BELAJAR lebih rajin !
Jumat depan tgl 14 UTS Kimia Dasar I ! gogogogogo GO GO!!!!!
(Doakn gw guys...)
Well, hari ini teman2 SMA gw mw kumpul di kosan Febrina, tempat waktu gw sakit, jln Setiabudhi Gg. Panorama. Katanya mw pada karokean, ud bosen nonton kayanya!
(pemberitahuan:
Kami alumni Kelas XII IPA 5 SMA Negeri 1 Subang 2007. Nama kelas kami: ReAL, Republik Alam Lima. Sekedar bocoran:
3.ReAL adalah generasi pertama dari "Sekolah Berstandar Internasional", ceileh..!,TAPI
2.ReAL merupakan "produk gagal" sistem pendidikan Indonesia, sebab:
1.ReAL adalah komunitas Bejaddtt!! Orang2ny kacrut pada!)
heheh :P:)
Miss You All, my Best Friend..
(yeap, sgtu dlu cuap2nya, bill uda limit, gw lg g pnya duit!:P
dagghh...)
hi,,
all blogers (readers), -and me-,
akhirnya gw setuju untuk mulai ngblog cuma gara2 kemarin sakit. Sakit biasa seeh, tapi gw belum pernah ngerasa kedinginan sedingin itu seumur hidup. Sumpah deh!
Tengah malam pas dingin2y gw serasa dapat ilham (halah!!) buat ngeabadiin semua kejadian di kehidupan gw. Gw akan tulis di sini tentag apa aja: cita2, cinta, perjuangan, sastra, humor, filosofi etc.
oiya, sekedar latar belakang:
-gw bercita2 pergi ke kutub (makanya kutubkubeku.blogspot), sementara ilham tadi datang di saat gua sangat kedinginan.
-ini adalah lembaran pertama blog gw, jadi gw kasi nama kubukapetaku. Peta menuju kutub.
-gw harap siapapun yang baca blog ini, bisa bekerja sama: ngasih comment, critics, atau bagi penerbit yng kebetulan lewat boleh ko nerbitin (heheh)
Yeap, i'm fine now :P
c ya soon
